1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer

PTA BANDARLAMPUNG BEKERJASAMA DENGAN TIM PELAKSANA KEGIATAN MAHKAMAH AGUNG GELAR SOSIALISASI PERMA NOMOR 14 TAHUN 2016

Bukit Randu, 15 Oktober 2018

Dengan pertimbangan bahwa perkembangan Hubungan hukum di masyarakat dalam bidang ekonomi, khususnya dalam bidang perjanjian yang menggunakan prinsip-prinsip Syariah mengalami perkembangan yang signifikan maka Pengadilan Tinggi Agama Bandarlampung bekerjasama dengan Tim Pelaksana Kegiatan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan sosialisasi Perma Nomor 14 Tahun 2014 Tahun 2016 Tentang Tata cara penyelesaian Ekonomi Syariah. Tepat pukul 08.00 Dr. H. Amran Suadi, M.Hum Ketua Kamar agama dan dua orang Hakim Agung Dr. H. Mukti Arto, S.H., M.H., Dr. H. Abdul Manaf, M.H. beserta rombongan tiba di pelataran Gedung tempat acara digelar dengan disambut dengan tari bedana oleh penari dibawah binaan ketua PTA Bandarlampung. Pada kesempatan ini ketua Kamar Agama dan dua hakim agung menerima pengalungan selendang tapis sebagai symbol penyambutan dan selamat datang.

Sambutan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandarlampung menjadi pembuka pada acara tersebut sekaligus pengantar dalam acara sosialisasi ini. Selanjutnya acara diisi dengan pemaparan Program dan Kebijakan MA dengan Dr. H. Amran Suadi, M.Hum sebagai narasumber dimana peningkatan sumberdaya manusia adalah salah satunya. Peserta dari acara ini tediri dari ketua Pengadilan agama, Panitera dan Hakim serta beberapa praktisi perbankan syariah, Majelis ulama Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Disesi kedua Dr. H. Mukti Arto, S.H., M.H., tampil sebagai nara sumber dalam Sosialisasi Tata Cara Penyelesian Perkara Ekonomi Syariah. Dalam pembahasan ini beliau mengemukakan sebuah moto “ Ekonomi Syariah Membangun KesejahteraanUmat Yang Halal, dan Berkah.

Tampil sebagai Narasumber dalam sesi ketiga Dr. H. Abdul Manaf, M.H. membahas Tata Cara Pelaksanaan Putusan Arbitrase syariah. Setelah beliah memaparkan dengan gamblang mulai dari bagan hingga contoh perkara yang sudah ditangani. Setelah pemateri ketiga maka dibuka sesi tanya jawab untuk seluruh peserta yang yang ingin mengajukan pertanyaan kepada ketiga narasumber. Kesempatan tanya jawab ini pun  disambut dengan antusias dan penuh semangat oleh seluruh peserta. Mulai dari keraguan tentang Bank syariah yang ada di Indonesia karena sumber modalnya dari Bank Indonesia yang notabene tidak syariah hingga masalah eksekusi anggunan. Dan masih banyak lagi. Semoga kedepan perkara-perkara yang berkaitan dengan sengketa ekonomi syariah akan dapat tertangani dengan baik dan solusi yang tepat.

Buat komentar

Kode keamanan
Refresh

-