Nahkoda Baru di PTA Bandar Lampung, Dr. Drs. H. Mochd. Sukkri, S.H., M.H. Kobarkan Semangat Integritas dan Sinergi
Bandar Lampung, pta-bandarlampung.go.id – Lembaran baru sejarah resmi tertoreh di "Gerbang Selatan" Pulau Sumatera. Di bawah naungan langit 17 Syakban 1447 Hijriyah, tepat pada Kamis, 5 Februari 2026, Aula Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung menjadi saksi sebuah momentum transformatif. Bukan sekadar rapat koordinasi biasa, pertemuan ini menjadi panggung perdana bagi Dr. Drs. Mochd. Sukkri, S.H., M.H., untuk menyatukan visi, rasa, dan karsa bersama seluruh pimpinan pengadilan agama sewilayah Lampung dalam sebuah simfoni pengabdian yang lebih progresif.

Kehadiran sosok pimpinan baru ini disambut hangat oleh jajaran Hakim Tinggi, aparatur PTA Bandar Lampung, serta para Ketua, Panitera, dan Sekretaris dari seluruh satuan kerja di wilayah PTA Bandar Lampung. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang tatap muka, namun juga menjadi titik tolak penguatan komitmen bagi seluruh punggawa peradilan di Bumi Ruwa Jurai.
Mengawali rangkaian agenda, Wakil Ketua PTA Bandar Lampung, Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H., membedah secara tajam kondisi teknis peradilan agama di wilayah Lampung. Mulai dari pemetaan kekuatan sumber daya manusia hingga berbagai tantangan krusial yang tengah dihadapi, seluruhnya dipaparkan secara lugas. Hal ini menjadi fondasi penting bagi pimpinan untuk merumuskan langkah strategis dalam menjaga integritas dan performa lembaga di masa mendatang.

Dalam arahan perdananya yang sarat akan makna, Ketua PTA Bandar Lampung mengungkapkan kebahagiaan mendalam bisa berlabuh dan mendidikasikan dirinya di Lampung. Beliau menangkap adanya aura kebersamaan yang sangat kuat, yang menurutnya adalah modal paling berharga untuk menciptakan kolaborasi hebat demi kemajuan instansi.
Beliau pun menitipkan pesan monumental dari Ketua Mahkamah Agung RI yang harus terpatri di sanubari setiap aparatur: bersikap rendah hati, selalu hati-hati, dan bekerja dengan sepenuh hati. Baginya, amanah bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk dedikasi tertinggi kepada negara. Beliau menginstruksikan agar setiap aparatur memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bijak dalam bermedia sosial, serta senantiasa menjaga integritas demi memupuk kepercayaan publik yang setinggi-tingginya.
Sebagai penutup yang menyentuh sisi spiritual, beliau mengajak seluruh hadirin untuk tidak melupakan rasa syukur atas kesejahteraan yang telah diberikan negara. Salah satunya dengan cara menyisihkan rezeki demi keberkahan dan keselamatan bersama. Beliau menegaskan bahwa kekompakan adalah kunci; karena di dalam barisan yang rapat dan satu visi, tujuan besar organisasi akan jauh lebih mudah untuk digapai.
