Desain Header Web PTA Bandar Lampun min

*** TERIMA KASIH UNTUK TIDAK MEMBERIKAN IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN KEPADA APARATUR PENGADILAN TINGGI AGAMA BANDAR LAMPUNG. WASPADA TERHADAP MODUS PENIPUAN YANG MENGATASNAMAKAN PIMPINAN, HAKIM, PEJABAT DAN SELURUH PEGAWAI PENGADILAN TINGGI AGAMA BANDAR LAMPUNG DALAM PELAKSANAAN PELAYANAN ***

Ditulis oleh RANI CAHYANI on . Dilihat: 8559

Kisah Nabi Musa di Dalam Al-Qur'an

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung yang dirahmati Allah SWT,

Acara halal bihalal adalah sebuah tradisi yang unik dan istimewa, yang tampaknya hanya ada di Indonesia. Bahkan, di negara Arab Saudi sekalipun, tradisi ini tidak ditemukan. Ini menunjukkan bagaimana kekayaan budaya dan tradisi Islam di Indonesia begitu beragam dan khas.  

Secara etimologi, kata "halal" berpasangan dengan kata "bihalal". Kata "halal" sendiri memiliki dua pengertian utama. Dari segi hukum Islam, "halal" adalah lawan dari "haram". Jika "haram" berarti tidak boleh atau berdosa jika dilakukan, maka "halal" berarti boleh dan mendatangkan kebaikan. Misalnya, berhubungan dengan orang lain yang bukan suami atau istri adalah haram, sementara berhubungan dengan suami atau istri adalah halal.  

Pengertian kedua dari "halal" jika ditinjau dari bahasa, kata "halal" berlawanan dengan kata "buhul" yang berarti terikat. Maka, "halal" juga berarti terurai atau terlepas. Dengan demikian, halal bihalal menjadi momentum yang tepat untuk melepaskan ikatan-ikatan yang mungkin terjadi akibat kesalahan kata maupun perbuatan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Harapan kita semua, semoga semua ikatan yang kurang baik itu dapat terlepas dalam kegiatan halal bihalal yang kita laksanakan pada hari ini.  

WhatsApp Image 2025 04 09 at 16.20.13

Pada kesempatan yang baik ini, kita akan membahas tentang kelebihan dan keutamaan para Rasul utusan Allah. Allah SWT berfirman bahwa para Rasul itu dilebihkan sebagian di antara sebagian yang lain. Maksudnya, kita wajib mengimani 25 Rasul yang telah disebutkan namanya di dalam Al-Quran.  

Di antara 25 Rasul tersebut, ada yang berdialog langsung dengan Allah SWT tanpa perantara malaikat Jibril, seperti Nabi Musa AS. Karena keistimewaan ini, Nabi Musa AS diberi gelar sebagai Kalimullah, yaitu orang yang berbicara langsung dengan Allah.  

Selain itu, perlu kita ketahui bahwa Rasul Allah memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Rasul yang paling tinggi tingkatannya adalah Nabi Muhammad SAW. Salah satu indikasi tingginya derajat Nabi Muhammad SAW adalah ketika peristiwa Isra Miraj di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW ditunjuk menjadi imam salat berjamaah yang diikuti oleh para Rasul lainnya.  

Sementara itu, nabi yang paling banyak disebutkan namanya di dalam Al-Quran adalah Nabi Musa AS, yaitu sebanyak 136 kali. Hal ini mungkin disebabkan karena perjuangan Nabi Musa AS sangat berat, terutama dalam menghadapi manusia yang mengaku sebagai Tuhan, yaitu Firaun.  

Kekerasan hati Firaun membuatnya tidak hanya mengklaim dirinya sebagai raja, tetapi juga sebagai Tuhan yang merasa mampu mengeringkan Sungai Nil hingga menghidupkan dan mematikan manusia. Dengan kesombongannya, ia mengeluarkan perintah untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir dari perempuan Bani Israil. Sebab, ia merasa takut akan kehadiran seorang lelaki yang diramalkan akan melawannya.  

WhatsApp Image 2025 04 09 at 16.21.30

Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa Nabi Musa AS diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyadarkan Firaun dari kesombongannya. Untuk itu, Allah SWT memberikan dua mukjizat utama kepada Nabi Musa AS. Mukjizat tersebut adalah cahaya terang benderang yang muncul dari balik ketiaknya dan tongkat yang mampu berubah menjadi ular.  

Selain itu, ada dua peristiwa penting lainnya yang disebutkan dalam Al-Quran tentang tongkat Nabi Musa AS. Pertama, ketika Nabi Musa AS diminta oleh kaumnya yang sedang kehausan untuk mencari air, maka ia menggunakan tongkatnya untuk memukul batu atas perintah Allah SWT. Atas izin Allah SWT, batu tersebut membelah dan memancarkan dua belas mata air, sehingga dapat digunakan untuk memberi minum kaumnya.  

Kedua, ketika Nabi Musa AS dan Bani Israil dikejar oleh tentara Firaun, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya ke arah Laut Merah. Atas izin Allah SWT, laut pun membelah dan memberikan jalan bagi kaum Bani Israil untuk menyeberang. Akan tetapi, ketika seluruh kaumnya dan Nabi Musa AS telah selamat, laut kembali menyatu dan menenggelamkan Firaun beserta seluruh tentaranya.  

Dikisahkan pula bahwa Allah SWT pernah menegur Nabi Musa AS yang menunjukkan kesombongannya karena merasa dirinya paling alim di antara Bani Israil. Untuk itu, Allah SWT menegurnya dengan berfirman bahwa masih ada yang lebih berpengetahuan di antara manusia. Kemudian, Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk mencari hamba Allah yang lebih berilmu di pertemuan dua laut.  

Dalam perjalanan yang sulit dan melelahkan tersebut, Nabi Musa AS sempat tertidur. Saat itu, ikan yang menjadi bekal Nabi Musa AS melompat ke laut. Di tempat itulah, Nabi Musa AS akhirnya menemukan Nabi Khidir AS. Kepada Nabi Khidir AS, Nabi Musa AS ditugaskan oleh Allah SWT untuk belajar.  

Awalnya, Nabi Khidir AS menolak karena yakin bahwa Nabi Musa AS tidak akan mampu bersabar dalam menerima semua pelajaran darinya. Untuk itu, Nabi Khidir AS memberikan syarat, yaitu Nabi Musa AS tidak boleh bertanya tentang apa pun yang dilakukan oleh Nabi Khidir AS.  

 

Kemudian, keduanya memulai perjalanan. Mereka naik ke atas sebuah perahu. Di tengah perjalanan di laut, Nabi Khidir AS melubangi perahu tersebut dengan sebuah kapak. Nabi Musa AS yang panik kemudian bertanya apa yang terjadi dan apa alasan Nabi Khidir AS melakukan hal tersebut.  

WhatsApp Image 2025 04 09 at 16.28.26

Setelah melewati laut dengan perahu yang dilubangi itu, mereka berdua yang tengah kelaparan sampai ke sebuah desa. Di desa tersebut, keduanya meminta makanan kepada warga desa, akan tetapi tidak ada satu pun yang mau menolong mereka.  

Sampailah keduanya di sebuah rumah gubuk yang hampir roboh. Nabi Khidir AS lalu mengajak Nabi Musa AS untuk menegakkan kembali gubuk yang hampir roboh tersebut. Lalu, mereka terus berjalan hingga menemukan seorang anak yang tengah berlarian di kampung. Tanpa berkata apa pun, Nabi Khidir AS membunuh anak tersebut.  

Nabi Musa AS selalu bertanya di setiap peristiwa yang dilakukan oleh Nabi Khidir AS. Akhirnya, Nabi Khidir AS menjelaskan alasan di balik setiap peristiwa tersebut.  

Peristiwa pertama tentang kapal yang dilubangi adalah karena ada pemerintahan zalim yang akan merampas kapal yang masih bagus dan layak pakai. Sehingga, Nabi Khidir AS melubangi perahu tersebut agar tidak dirampas, tetapi lubang tersebut nantinya dapat ditambal oleh pemiliknya.  

Peristiwa kedua yaitu membetulkan rumah di sebuah desa. Nabi Khidir AS bercerita bahwa tujuannya adalah karena di dalam rumah tersebut terdapat emas yang ditinggalkan oleh seorang ayah bagi dua anak yatim untuk biaya hidup mereka.  

Sementara peristiwa ketiga, alasannya adalah karena anak tersebut ketika dewasa akan membunuh kedua orang tuanya.  

Setelah penjelasan tersebut, Nabi Khidir AS pun akhirnya berpisah dengan Nabi Musa AS. Akhirnya, Nabi Musa AS menyadari bahwa banyak hal yang tidak diketahuinya, serta masih ada orang lain yang lebih berpengetahuan dibandingkan dirinya.  

Demikian sepenggal kisah Nabi Musa AS yang diceritakan dalam Al-Quran. Kisah ini diharapkan mampu memberikan kekuatan bagi Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam. Intinya adalah bahwa kisah Nabi Musa AS ini memiliki banyak pelajaran yang bisa diambil dalam kehidupan kita. Sehingga, kita haruslah memahami isi dari Al-Quran sebagai petunjuk hidup kita.  

Semoga dengan halal bihalal ini, kita bisa saling melunturkan segala ikatan dan khilaf.  

Minal ‘Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Statistik Perkara

Hubungi Kami

PTA BANDAR LAMPUNG

Jalan Basuki Rahmat No. 24 Teluk Betung Utara

Kota Bandar Lampung,  Provinsi Lampung.

Telepon  :  +62 721 489813

Faksmile :  +62 721 476054

Email :   Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

            Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.