Ilmu, Amal, dan Istiqomah
oleh :
Drs. Fuad Syakir, S.H., M.H.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan kesempatan untuk berkumpul dalam majelis ilmu ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta umat beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan sebuah ceramah singkat tentang tiga hal penting yang bisa mengantarkan seorang muslim mencapai kebahagiaan hidup, yaitu Ilmu, Amal, dan Istiqomah.
1. Ilmu
Ilmu adalah landasan segala amal. Tanpa ilmu, ibadah kita tidak akan diterima di sisi Allah SWT. Ada sebuah syair Arab yang menyebutkan:
"Wa kullu man bighairi ilmin ya’malu, a‘amaaluhuu mardudatun la tuqbalu"
Artinya: Barangsiapa yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya tertolak, tidak diterima.
Bahkan Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Imam Baihaqi:
"Barangsiapa yang menghendaki kebahagiaan dunia, maka hendaklah ia berilmu. Barangsiapa yang menghendaki kebahagiaan akhirat, maka hendaklah ia berilmu. Dan barangsiapa yang menghendaki kebahagiaan dunia dan akhirat, maka hendaklah ia berilmu."
Maka, jelaslah bahwa ilmu adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.
2. Amal
Setelah memiliki ilmu, kewajiban kita berikutnya adalah mengamalkannya. Pepatah Arab mengatakan:
"Al-‘ilmu bilaa ‘amalin kasysyajari bilaa tsamarin"
Artinya: Ilmu tanpa amal bagaikan pohon yang tidak berbuah.
Allah SWT pun mengingatkan kita dalam Al-Qur’an surat Al-Shaff ayat 2-3:
“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”
Artinya, jangan sampai kita pandai berbicara namun tidak mengamalkan ilmu yang kita miliki. Ilmu harus diamalkan, dan amal harus berlandaskan ilmu.
3. Istiqomah
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Setelah berilmu dan beramal, kita juga dituntut untuk istiqomah, yaitu konsisten dalam menjalankan amal kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:
"Ahabul a‘maali ilallaahi adwaamuhaa wa in qalla" (HR. Muslim)
Artinya: Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan terus menerus meskipun sedikit.
Allah SWT juga memberikan kabar gembira dalam Al-Qur’an, bahwa orang-orang yang istiqomah dalam amalnya akan dimasukkan ke dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan.
Hadirin yang berbahagia,
Dari penjelasan ini, dapat kita simpulkan bahwa untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat kita harus menempuh tiga jalan: berilmu, beramal, dan istiqomah. Dengan ilmu, amal kita benar; dengan amal, ilmu kita bermanfaat; dan dengan istiqomah, amal kita akan berbuah pahala dan ridha Allah SWT.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang selalu berilmu, beramal, dan istiqomah di jalan kebaikan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
