Kala Kebaya dan Adat Bersatu, Simfoni Semangat Kartini Menggema di PTA Bandar Lampung
Bandar Lampung, pta-bandarlampung.go.id – Pemandangan tak biasa tersaji di halaman kantor Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung pada Senin, 20 April 2026, yang bertepatan dengan 2 Zulkaidah 1447 Hijriah. Rutinitas apel pagi yang biasanya bernuansa formal seketika berubah menjadi sebuah festival kebudayaan yang penuh warna. Seluruh aparatur wanita tampak memukau dengan balutan kebaya khas Indonesia yang anggun, sementara para pria mengenakan berbagai pakaian adat nusantara yang gagah demi merayakan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam sebuah upacara yang sarat akan makna mendalam.

Dalam suasana yang penuh kehangatan tetapi tetap khidmat tersebut, Hakim Tinggi PTA Bandar Lampung, Dra. Hj. Sartini, S.H., M.H., bertindak sebagai Pembina Apel dan menyampaikan pesan filosofis yang menggetarkan sanubari peserta upacara. Beliau menegaskan bahwa perempuan merupakan tiang negara yang sangat menentukan kokoh atau runtuhnya suatu bangsa. Menurut beliau, jika perempuan itu baik, maka baiklah seluruh negara, sebuah perumpamaan yang menggambarkan betapa krusialnya peran perempuan sebagai fondasi kemajuan peradaban.

Peran strategis tersebut berakar pada posisi perempuan sebagai pendidik pertama atau madrasatul ula di dalam keluarga. Dra. Hj. Sartini, S.H., M.H. menekankan bahwa pendidikan karakter dan akhlak yang dimulai dari tangan seorang ibu adalah kunci utama untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, cerdas, dan memiliki integritas tinggi. Oleh karena itu, pengabdian perempuan di dalam rumah tangga merupakan sumbangsih nyata yang dampaknya terasa hingga ke tingkat nasional.

Sejalan dengan semangat emansipasi yang dibawa Kartini, seluruh aparatur PTA Bandar Lampung diajak untuk terus berdaya dan meningkatkan kapasitas diri di berbagai lini kehidupan. Baik dalam peran di tengah keluarga, kontribusi di masyarakat, maupun profesionalisme di lingkungan kerja, setiap individu dituntut untuk memberikan performa maksimal guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dra. Hj. Sartini, S.H., M.H. juga mengaitkan semangat juang ini dengan dunia peradilan, di mana nilai-nilai keadilan harus ditegakkan dengan ketelitian dan empati yang menjadi kekuatan karakter perempuan. Beliau berharap agar nilai-nilai kejujuran, ketegasan, dan keberanian Kartini dapat diimplementasikan oleh seluruh aparatur dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan. Momentum ini diharapkan tidak berhenti pada sekadar pakaian adat, tetapi menjadi katalisator bagi seluruh keluarga besar PTA Bandar Lampung untuk terus bertransformasi menuju peradilan yang agung, modern, dan berintegritas tinggi.
