Hijrah dan Refleksi Niat, PTA Bandar Lampung Menata Langkah di Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah
Bandar Lampung, pta-bandarlampung.go.id – Perjalanan waktu memasuki bulan Muharram 1448 Hijriyah menjadi pengingat keras bagi aparatur Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung. Bertempat di Masjid Al-Mahkamah, Rabu, 24 Juni 2026 atau 9 Muharram 1448 Hijriyah, refleksi Tahun Baru Islam bukan sekadar seremoni kalender, melainkan momentum akbar untuk menguji kembali orientasi niat dalam bekerja dan beribadah.

Ketua PTA Bandar Lampung, Dr. Drs. Moch. Sukkri, S.H., M.H., membuka refleksi dengan pesan tegas mengenai esensi hijrah Nabi Muhammad SAW. Baginya, hijrah adalah tentang keberanian meluruskan niat yang sering kali berbelok karena rutinitas. Segala amal perbuatan, sekecil apa pun, akan kehilangan maknanya jika fondasi niat tidak tulus ditujukan kepada Allah SWT. Beliau menekankan bahwa soliditas organisasi harus dibangun di atas niat yang benar, semangat kekeluargaan yang tulus, serta komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas iman dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan PTA Bandar Lampung.

Selaras dengan pesan tersebut, Habib Abdurrahman Al-Aydrus sebagai penceramah, membedah hakikat hijrah dari sudut pandang yang lebih personal. Beliau menyoroti kelalaian manusia terhadap dua anugerah paling berharga yang sering disia-siakan: kesehatan dan waktu luang. Menurut Habib, kedua nikmat ini adalah modal utama dalam melakukan hijrah diri. Hijrah Nabi Muhammad SAW, yang ditetapkan sebagai tonggak awal penanggalan Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab, bukanlah kisah masa lalu yang usang. Habib menegaskan bahwa hijrah adalah energi yang harus dihidupkan kembali untuk menghadapi tantangan saat ini.
Lebih jauh, Habib Abdurrahman menekankan bahwa hijrah yang hakiki di era modern menuntut setiap individu untuk meninggalkan zona nyaman yang melalaikan. Sering kali, rutinitas kerja membuat seseorang abai terhadap kualitas ibadah personal dan tanggung jawab sosial. Beliau mengajak para jamaah untuk menilik kembali apakah setiap amanah yang dijalankan selama ini sudah sejalan dengan prinsip-prinsip hijrah yang diajarkan Rasulullah, yakni berpindah dari keburukan menuju kemaslahatan yang lebih besar.
Menanggapi paparan tersebut, suasana di Masjid Al-Mahkamah terasa semakin syahdu. Para aparatur yang hadir tampak meresapi pesan-pesan yang disampaikan, terutama mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan ketajaman spiritual. Refleksi tahun baru Hijriyah kali ini diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh aparatur untuk membenahi diri secara internal sebelum memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar harus dimulai dari unit terkecil, yaitu diri sendiri.
Sebagai wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian sosial dalam menyambut tahun baru Hijriyah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian tali kasih kepada delapan pegawai outsourcing di lingkungan PTA Bandar Lampung. Penyerahan bantuan ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus apresiasi atas dedikasi dan peran penting mereka dalam mendukung kelancaran operasional kantor setiap hari. Langkah konkret ini mencerminkan semangat hijrah yang tidak hanya berfokus pada dimensi spiritual individu, tetapi juga pada penguatan ikatan sosial serta kepedulian terhadap sesama di lingkungan kerja.
Dengan semangat yang baru, seluruh aparatur diharapkan dapat membawa perubahan positif, meningkatkan integritas dalam menjalankan tugas, serta mempererat tali persaudaraan yang telah terjalin selama ini. Kegiatan berakhir dengan harapan besar agar segala langkah ke depan senantiasa dalam ridha Allah SWT.
