Ketua PTA Bandar Lampung Terima Kunjungan BPS Provinsi Lampung dalam Rangka Pendataan Kehormatan Sensus Ekonomi 2026
Bandar Lampung, 1 Juli 2026 – Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, Drs. Moch. Sukkri, S.H., M.H., menerima kunjungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dalam rangka Pendataan Kehormatan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kantor Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung, Rabu (1/7).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, didampingi Kepala Bagian BPS Provinsi Lampung, Ajid Hajiji, serta Ketua Pelaksana Tim Sensus Ekonomi 2026, M. Ilham Salam. Kehadiran tim BPS disambut hangat oleh Ketua PTA Bandar Lampung sebagai bentuk sinergi antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan program statistik nasional.

Pendataan Kehormatan merupakan salah satu rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dilaksanakan oleh BPS untuk meningkatkan partisipasi dan kepedulian berbagai pemangku kepentingan terhadap pentingnya penyediaan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan berkualitas. Melalui kegiatan ini, para pejabat publik diharapkan dapat menjadi teladan dalam mendukung pelaksanaan sensus sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan data yang benar.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PTA Bandar Lampung mengikuti proses pendataan yang dilakukan oleh tim BPS. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara BPS Provinsi Lampung dengan Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung dalam mendukung penyediaan data statistik yang andal sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Ketua PTA Bandar Lampung menyampaikan apresiasi atas kunjungan BPS Provinsi Lampung dan berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan data yang valid untuk mendukung perencanaan pembangunan nasional maupun daerah.
Melalui Pendataan Kehormatan ini, diharapkan semakin meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026, sehingga terwujud data statistik ekonomi yang berkualitas demi Indonesia yang lebih maju.
